Atom, Molekul, dan Ion
A.
Partikel Materi
Kita tahu bahwa segala materi di
sekeliling kita, baik yang berupa zat tunggal maupun campuran, terdiri atas
butir-butir kecil atau partikel. Zat tunggal terdiri atas sejenis
partikel, sedangkan campuran terdiri atas dua atau lebih jenis partikel yang
tercampur begitu saja tanpa reaksi kimia.Partikel materi dapat berupa atom,
molekul, atau ion. Partikel materi tersebut mempunyai ukuran sangat kecil,
sehingga hampir mustahil untuk mengamatinya. Namun, berkat kemajuan sains dan
teknologi, saat ini telah berhasil ditemukan partikel paling kecil yang
disebut quark atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kuark.
Anggapan bahwa atom merupakan bola kecil yang kompak dan tidak dapat
dipecahkan lagi menjadi partikel yang lebih sederhana ternyata tidak benar.
Penemuan keradioaktifan oleh Antonie Henri Becquerel ratusan tahun yang
lalu telah membuktikan bahwa atom tersusun atas partikel-partikel yang lebih
kecil lagi, yaitu elektron (ditemukan oleh Joseph John Thomson), proton
(ditemukan oleh Ernest Rutherford), dan neutron (ditemukan oleh James
Chadwick). Satu atom, menurut ilmu kimia, terstruktur atas inti atom yang
terdiri atas proton (bermuatan positif) dan neutron (netral), serta elektron
yang bermuatan negatif dan beredar mengelilingi inti dalam
lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit dan orbital atom. Jumlah proton =
jumlah elektron (karena atom bersifat netral) menunjukkan nomor atom. Jumlah
proton atau elektron + neutron menunjukkan bobot atom.
B. Apakah
Atom dapat Dilihat?
Kita patut
bersyukur kepada Tuhan bahwa berkat kemajuan teknologi, saat ini telah dapat
dilakukan visualisasi partikel materi yang pernah dianggap sebagai partikel
terkecil, yaitu atom. Visualisasi atom dilakukan dengan menggunakan sebuah
mikroskop yang dikenal sebagai STM atau Scanning Tunneling Microscope. Melalui
monitor komputer dapat dilihat visualisasi terhadap atom-atom yang diamati
melalui STM. Atom-atom silikon-60 pada gambar di atas yang mula-mula terlihat
sebagai bintik putih pada gambar sebelah kiri dapat terlihat secara individual
di dalam gambar terkomputerisasi yang diperoleh dengan menggunakan mikroskop
STM (Scanning Tunneling Microscope) pada gambar sebelah kanan. Mikroskop
ini mampu memperbesar citra permukaan yang berskala atomik dengan cara
mendeteksi aliran listrik yang mengalir dari permukaan tersebut menuju ujung
logam pendeteksi. Sedemikian kecilnya sebuah atom hingga beberapa gram
unsur atau senyawa dapat terdiri atas miliaran triliun atom. Misalnya,
58,5 gram Kristal garam yang terdiri atas kurang lebih
600.000.000.000.000.000.000.000 (enam ratus miliar triliun) atom.
C. Atom
Alam semesta, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia sesungguhnya tersusun
atas ratusan ribu hingga jutaan jenis materi. Materi-materi itu, jika diuraikan
akan merupakan kombinasi dari atom atom. Democritus, seorang filsuf asal Yunani
pada abad IV SM, adalah pencetus gagasan tentang atom pertama kali. Pada
masa itu ada dua pendapat mengenai pembagian materi. Menurut Democritus,
pembagian materi bersifat diskontinu. Artinya,
jika suatu materi dibagi dan dibagi lagi maka akhirnya diperoleh partikel
terkecil yang sudah tak dapat dibagi lagi. Partikel terkecil itu disebut atom, yang
dalam bahasa Yunani berarti tak terbagi (a = tidak;tomos = terbagi).
Pendapat lain dikemukakan oleh Aristoteles yang mengatakan bahwa pembagian
materi bersifat kontinu, artinya pembagian dapat berlanjut tanpa
batas. Pada tahun 1803, John Dalton, seorang ahli dalam bidang fisika dan kimia
mengajukan suatu teori yang menegaskan bahwa materi terdiri atas atom.
Jadi, atom adalah bagian terkecil dari unsur. Atom bersifat netral (tidak
bermuatan listrik).Teori atom Dalton meliputi empat hal sebagai berikut: (1) Seluruh
materi tersusun oleh partikel terkecil yang disebut atom. (2) Atom tidak
dapat dibuat, dipecah, atau dibagi menjadi bagian kecil lainnya. (3) Atom unsur
yang sama memiliki sifat dan massa yang sama. (4) Atom unsur yang berbeda
memiliki sifat dan massa yang berbeda.
Pada tahap
berikutnya, model atom benar-benar berkembang sampai pada konsep paling modern
yang berlaku hingga saat ini bahwa atom adalah materi yang sekaligus bersifat
gelombang seperti yang diungkapkan oleh de Broglie. Atom memiliki
diameter 10-8 (0,00000001) cm, terdiri atas inti atom dan
dikelilingi oleh elektron yang bergerak menurut orbit tertentu. Hampir semua
massa atom terpusat di inti atom yang berupa proton dan neutron,
sementara jari-jari inti atom yang besarnya 10-13 cm jika
dibandingkan dengan jari-jari atom itu sendiri adalah 1: 100.000. Apabila kita
misalkan inti atom adalah kelereng yang diameternya 1 cm maka kulit atom
jaraknya akan menjadi 100.000 cm atau 1 km dari kelereng tersebut. Jadi, kita
dapat membayangkan betapa berongganya atom yang kita kira pejal tersebut.
D.
Partikel-partikel Subatom
1. Proton
Proton adalah partikel bermuatan positif yang terdapat di dalam
inti atom. Proton dilambangkan dengan huruf p dan massanya adalah 1 sma (satuan
massa atom). Muatan sebuah proton adalah +1 yang juga sebanding dengan 1,602 .
10-19 coulomb. Setiap unsur memiliki atom-atom tertentu dengan jumlah proton
yang tidak sama. Misalnya, hidrogen jumlah protonnya adalah satu, lithium
jumlah protonnya adalah tiga, natrium sebelas, dan sebagainya.
2. Neutron
Kata neutron berasal dari bahasa
Latin neutral yang berarti tidak memiliki muatan. Lambang
untuk neutron adalah n. Massa neutron setara dengan 1 sma (satuan massa atom).
Sebagai contoh, helium memiliki neutron sebanyak 2, lithium memiliki neutron
sebanyak 3, natrium memiliki neutron sebanyak 11, dan sebagainya.
3.
Elektron
Partikel penyusun dengan massa paling ringan adalah elektron. Massa elektron hanya 1/1840 sma (satu per seribu delapan
ratus empat puluh sma). Oleh karena itu,
elektron dianggap tidak bermassa. Elektron
memiliki muatan negatif yang setara dengan 1,602 .10-19 C.
E. Molekul
Molekul adalah partikel netral yang terdiri atas dua atau lebih atom, baik
atom sejenis maupun atom yang berbeda. Ada 2 jenis molekul, yaitu
molekul monoatomik dan molekul poliatomik. Molekul monoatomik adalah molekul
yang terdiri atas satu atom, misalnya molekul gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe,
dan Rn).Sedangkan molekul poliatomik adalah molekul yang terdiri atas lebih
dari 1 atom. Molekul poliatomik yang terdiri atas atom sejenis disebut molekul unsur, sedangkan
yang terdiri atas atom-atom yang berbeda disebut molekul
senyawa. Molekul-molekul unsur dapat berupa diatomikseperti
O2, N2, dan Cl2, atau tetraatomik seperti P4, dapat juga
berupaoktaatomik seperti S8. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa
kita sadari kita sering menggunakan molekul unsur dan molekul senyawa tertentu.
F. Ion
Ion adalah atom atau gugus atom yang bermuatan
listrik. Ion terdiri atas kation dan anion. Kation adalah ion yang bermuatan
positif, sedangkan anion adalah ion yang bermuatan negatif. Kation dan anion
bergabung dalam proporsi yang tertentu dan tetap untuk membentuk senyawa ionik
yang netral.Garam dapur (natrium klorida) merupakan contoh bergabungnya
kation Na+ dengan anion Cl–. Senyawa yang terbentuk dari ion-ion disebut
sebagai senyawa ionik. Kation dan anion bergabung dengan perbandingan
tertentu untuk menghasilkan senyawa ionik yang netral. Agar dapat dihasilkan
senyawa ionik yang netral, muatan negative pada anion jumlahnya harus sama dengan muatan
positif pada kation.
UNTUK LEBIH JELASNYA DAPAT
DILIHAT VIDEO BERIKUT ATAU MENGGUNAKAN SIMULASI PHET DIBAWAH INI
Video:
Phet:
Kita tahu bahwa segala materi di sekeliling kita, baik yang berupa zat tunggal maupun campuran, terdiri atas butir-butir kecil atau partikel. Zat tunggal terdiri atas sejenis partikel, sedangkan campuran terdiri atas dua atau lebih jenis partikel yang tercampur begitu saja tanpa reaksi kimia.Partikel materi dapat berupa atom, molekul, atau ion. Partikel materi tersebut mempunyai ukuran sangat kecil, sehingga hampir mustahil untuk mengamatinya. Namun, berkat kemajuan sains dan teknologi, saat ini telah berhasil ditemukan partikel paling kecil yang disebut quark atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kuark. Anggapan bahwa atom merupakan bola kecil yang kompak dan tidak dapat dipecahkan lagi menjadi partikel yang lebih sederhana ternyata tidak benar. Penemuan keradioaktifan oleh Antonie Henri Becquerel ratusan tahun yang lalu telah membuktikan bahwa atom tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi, yaitu elektron (ditemukan oleh Joseph John Thomson), proton (ditemukan oleh Ernest Rutherford), dan neutron (ditemukan oleh James Chadwick). Satu atom, menurut ilmu kimia, terstruktur atas inti atom yang terdiri atas proton (bermuatan positif) dan neutron (netral), serta elektron yang bermuatan negatif dan beredar mengelilingi inti dalam lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit dan orbital atom. Jumlah proton = jumlah elektron (karena atom bersifat netral) menunjukkan nomor atom. Jumlah proton atau elektron + neutron menunjukkan bobot atom.
UNTUK LEBIH JELASNYA DAPAT
DILIHAT VIDEO BERIKUT ATAU MENGGUNAKAN SIMULASI PHET DIBAWAH INI
Video: Phet:
SETELAH
KALIAN BELAJAR, COBA KERJAKAN SOAL ULANGAN DIBAWAH INI:
LATIHAN SOAL PENDALAMAN MATERI :
UNTUK MENDAPATKAN MATERI DAPAT KALIAN DOWNLOAD KLIK disini.
ISIKAN LEMBAR EVALUASI DIBAWAH INI:












Tidak ada komentar:
Posting Komentar